KOMPARATIF: PRASYARAT UJI NON PARAMETRIK MANN WHITNEY U TEST
Statistik
non-parametrik mengacu pada prosedur inferensi yang tidak membutuhkan populasi
berdistribusi normal. Prosedur non-parametrik terus banyak digunakan dalam
penelitian sebab berlaku untuk berbagai distribusi populasi yang sangat luas. Statistik
non-parametrik menggunakan aspek sederhana dari data sampel, seperti
tanda-tanda pengukuran, urutan, hubungan, atau frekuensi kategori. distribusi
nol dari statistik uji non-parametrik dapat ditentukan tanpa memperhatikan
bentuk distribusi populasi yang mendasarinya. Oleh sebab itu, tes tersebut juga
disebut tes bebas distribusi. Jenis pengamatan yang secara khusus cocok untuk
analisis non-parametrik dapat berupa tingkat apatis, preferensi rasa, dan
hal-hal lain yang tidak dapat dievaluasi pada skala numerik objektif.
Keuntungan utama yang umumnya dikaitkan dengan
pengujian bebas distribusi ialah bahwa tes
bebas distribusi tidak bergantung pada asumsi yang membatasi secara serius mengenai bentuk populasi sampel. Namun, bukan
berartites bebas distribusi tidak membuat asumsi distribusi apa pun, hanya saja
asumsi yang mereka perlukan jauh lebih umum daripada yang diperlukan untuk
pengujian parametrik. Sebuah tes parametrik, biasanya mencakup beberapa jenis asumsi
normalitas; jika asumsi itu salah, maka
kesimpulan yang diambil dari tes mungkin tidak
akurat.
Secara umum, terdapat empat macam tes bebas
distribusi, dua diantaranya berupa uji t,
yakni The Mann–Whitney Test dan Wilcoxon‘s Matched-Pairs Signed-Ranks Test.
Adapun makalah
ini hanya akan berfokus pada pembahasan mengenai uji t pada The Mann–Whitney Test.
Berdasarkan
latar belakang yang dipaparkan, maka rumusan masalah yang diajukan pada makalah
ini ialah:
1.
Apa saja
prasyarat analisis non-parametrik?
2.
Bagaimana pengujian
statistik non-parametrik dengan The Mann–Whitney Test?
Adapun tujuan dari
penulisan makalah ini ialah:
1.
Mengetahui prasyarat
analisis non-parametrik
2.
Mengetahui pengujian
statistik non-parametrik dengan The Mann–Whitney Test.
2.1
Prasyarat
Analisis Non-Parametrik
a. Ukuran
sampel sangat kecil (n<30), sehingga distribusi data tidak mendekati normal
dan jika tidak ada asumsi yang bisa dibuat tentang bentuk distribusi populasi
yang jadi sampel besar.
b. Menggunakan
data ordinal, yaitu data-data yang diperingkatkan atau disusun dalam urutan.
c. Mengunakan
data nominal, yaitu data-data yang dapat diklasifikasikan dalam bentuk data
kategori kemudian bisa dihitung frekuensinya.
2.2
Uji
Mann Whitney
Uji ini diperkenalkan oleh Mann Whitney pada tahun
1947. Uji ini merupakan alternatif uji beda dua rata-rata parametrik dengan
menggunakan referensi distribusi t (sampel-sampel berukuran kecil). Uji ini
digunakan pada jenis penelitian komparatif untuk menguji hipotesis mengenai
median dari dua populasi yang saling bebas (independent). Adapun jenis data
pada uji Mann Whitney ini ialah berskala ordinal. Tujuan uji Man Whitney ialah
untuk mengetahui apakah ada kemungkinkan dua sampel bebas yang diuji berasal dari
populasi yang sama. Uji ini merupakan uji yang digunakan untuk menguji dua
sampel independen (Two Independent Sample Tests) dengan bentuk data Ordinal. Uji
difokuskan untuk membandingkan dua perlakuan atau dua penilaian (persepsi) yaitu
apakah pesepsi pada satu kelompok sampel bebas, sama persis atau tidak dengan persepsi
yang terdapat pada satu kelompok sampel bebas lainnya. Jawabannya adalah ada
kemungkinan sama dan ada kemungkinan tidak sama Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa tes Mann-Whitney adalah tes non-parametrik untuk
membandingkan tendensi sentral dari dua sampel independen pada data ordinal.
Untuk memahami lebih jauh mengenai uji Man Whitney,
perhatikan contoh berikut:
Seorang peneliti ingin menguji keyakinannya bahwa
lulusan PTNcenderung merasa lebih puas dalam bekerja dibanding dengan lulusan
PTS, pada wawancara yang dilakukan pada sekelompok pekerja lulusan PTN dan
sekelompok pekerja lulusan PTS dengan menggunakan skala ordinal (skor tinggi
menunjukkan kepuasan tinggi dan skor rendah menunjukkan kepuasan rendah) diperoleh
total skor pada masing-masing kelompok sampel sebagai berikut :
|
Lulusan
PTN (Kategori 1) |
43 |
56 |
47 |
68 |
39 |
36 |
33 |
54 |
42 |
|
Lulusan
PTS (Kategori 2) |
31 |
30 |
41 |
38 |
29 |
42 |
27 |
38 |
44 |
Dengan taraf signifikansi sebesar 5%, kita dapat
menentukan apakah pendapat peneliti tersebut dapat diterima atau tidak.
a. A. Hipotesis
H0
: Kepuasan kerja lulusan PTN = Kepuasan kerja lulusan PTS
Ha
: Kepuasan kerja lulusan PTN > Kepuasan kerja lulusan PTS
b. B. Dasar Pengambilan Keputusan
Jika
probability > 5% : H0 diterima
Jika
probability < 5% : Ha diterima
c. C. Uji SPSS
*klik option
d. Intrepretasi Hasil Uji
|
Descriptive Statistics |
|||||
|
|
N |
Mean |
Std.
Deviation |
Minimum |
Maximum |
|
KEPUASAN KERJA |
18 |
41.0000 |
10.42057 |
27.00 |
68.00 |
|
LULUSAN |
18 |
1.5000 |
.51450 |
1.00 |
2.00 |
|
Ranks |
||||
|
|
LULUSAN |
N |
Mean
Rank |
Sum of
Ranks |
|
KEPUASAN KERJA |
PTN |
9 |
12.28 |
110.50 |
|
PTS |
9 |
6.72 |
60.50 |
|
|
Total |
18 |
|
|
|
|
Test Statisticsa |
|
|
|
KEPUASAN
KERJA |
|
Mann-Whitney U |
15.500 |
|
Wilcoxon W |
60.500 |
|
Z |
-2.210 |
|
Asymp. Sig. (2-tailed) |
.027 |
|
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] |
.024b |
|
a. Grouping Variable: LULUSAN |
|
|
b. Not corrected for ties. |
|
Hasil
tabel test statistic menunjukkan, nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,027 (lebih
kecil dari 5% atau 0,05), sehingga Ha diterima. Dengan demikian, disimpulkan
bahwa lulusan PTN dan lulusan PTS memiliki kepuasan kerja yang tidak sama. Kepuasan
kerja lulusan PTN lebih tinggi dibanding kepuasan kerja lulusan PTS.
Berdasarkan
pembahasan yang telah diuraikan, diperoleh simpulan:
1. Uji
Mann-Whitney adalah uji komparatif (membandingkan) dua perlakuan atau dua
penilaian (persepsi) dari dua sampel independen pada data ordinal.
2. Uji
Mann-Whitney dapat dilakukan melalui software SPSS, di mana dasar pengambilan keputusannya mengacu pada hasil
uji probability, jika diperoleh probability
> 5%, maka H0 diterima. Adapun jika diperoleh probability
< 5%, maka Ha diterima.
Diharapkan
agar kita dapat mempelajari uji-uji tersebut dan berlatih untuk menggunakannya
dengan aplikasi SPSS agar kita terbiasa dan memudahkan kita untuk mengolah data
dikemudian hari.
DAFTAR
PUSTAKA
Morgan, G. A, Leech, N. L, Gloeckner, G. W,& Barrett, K. C.
2004. SPSS for introductory statistics:
Use and interpretation, Fourth Edition.
London: Lawrence Erlbaum Associates.

Komentar
Posting Komentar